Istilah
gothic berasal dari nama suku nenek moyang bangsa jerman, Visigoth, yang
berkepercayaan Pagan(Kepercayaan menyembah berhala dan percaya keberadaan
dewa-dewi). Orang-orang Visigoth di kenal sebagai bangsa yang pemberani, setia,
dan pemangsa yang kejam ,tidak heran jika mereka menjadi musuh yang paling merepotkan
tentara kerajaan romawi.Dari segi kekuatan memang mereka tidak sebanding dengan
tentara romawi, namun jika mereka merasa terganggu atau kurang aman,mereka akan
membunuhi siapapun musuhnya tanpa bersisa.
Budaya
mereka terkesan gelap dan gloomy sesuai dengan kepercayaan mereka. Kebudayaan
seperti ini di tampilkan dalam berbagai karya mereka seperti arsitektural lagu,
syair, dongeng fashiondan sebagainya.
Di
kemudian hari, romawi menggunakan kebudayaan Visigoth dengan paganism mereka untuk menembus barikade kepercayaan
mereka untuk di kembalikan pada kristus. Cara ini terbekas pada model
arsitektur gereja-gereja kuno juga ketika islam menguasai spanyol dan
Andalusia, pembangunan masjid di wilayah ini tak luput dari sentuhan kebudayaan
gothic. Sekedar tau , ternyata spanyol juga salah satu wilayah migrasi bangsa
Visigoth.Lalu sekarang bandingkan dengan
arsitektur masjid nabawi yang jauh di seberang madinah. Kenapa sangat mirip
dengan arsitektur bangunan di spanyol yang di dominasi gaya Visigoth yang
pagan…??, Seperti yang satu ini nih arsitektunya
 |
| bagian luar |
 |
| bagian dalam |
Pada
awal milenium pertama, kaum Gothic mengembara ke seluruh benua Eropa. Mereka
berangkat dari Skandinavia sebelum tahun-tahun pertama Masehi dan sampai di
sebelah selatan daerah yang sekarang disebut Rusia bagian selatan pada
pertengahan abad ke-3. Pada abad ke-4 kaum Gothic seperti banyak suku Jermanik
lainnya harus minggir untuk bangsa Hun dan mulai bermigrasi ke barat yang
kemudian budaya gothic banyak di pengaruhi budaya yunani, slavia, dan iran.
Saat penyebaran mereka inilah kebudayaan gothic mulai di kenal dan diadopsi di
seluruh eropa. Essensi budaya gothic terus di kembangkan hingga sekarang,hingga
orang-orang yang ada sekarang tidak menyadari bahwa yang mereka pelajari adalah
kebudayaan gothic.
Setelah
sekian lama kebudayaan itu berkembang dan terus di adaptasi,maka sekarang adalah
era baru kebudayaan gothic. Kebudayaan gothic sekarang sama sekali bukanlah
pagan atau satanis tetapi jika pagan atau satanis ada dalam diri gothess
(pecinta gothic) pun tidak masalah, justru gothic sekarang merupakan budaya
yang penuh kesetiaan dan pengabdian pada kepercayaan dan agama masing-masing.
Lalu kenapa gothic sekarang di identikkan dengan kesesatan satanis(Kebudayan
peyembahan setan) atau murder dan persembahan? Pertama,pendahulu gothic yaitu
bangsa Visigoth merupakan bangsa penganut pagan sehingga penampilan para gothic
identic dengan gelap dan gloomy, namun tetap
tidak mutlak sesat. .
Kedua, karena seorang artis bernama Marilyn manson yang sejak awal mengaku
seorang gothic, selalu menonjolkan aksi murderisasi dan satanic, sampai pada
ketika dia di angkat menjadi pendeta di gereja setan, oleh Anton Laveyprofesi
dan kepopuleran manson yang seorang public figure menjadi banyak acuan salah
dari banyak orang sehingga mengatakan bahwa gothic itu satanis, padahal itu
salah besar. Satanis bukan hal yang wajib di gothic, sekali lagi gothic bukan
satanis atau kekejaman karena yang seperti itu adalah black dan death metal.
Gothic itu ideology yang penuh dengan kebaikan
hati. Band-band yang termasuk gothic:
·
Nightwish
·
Within Temptation
·
Theater of Tragedy
·
Epica
·
Marilyn Manson
·
Nine Inch Nail
·
Epica
·
Moonspel
Bukan hanya itu saja yang termasik band beraliran gothic, masih banyak yang
tidak bisa saya sebutkan.hehe
Music
gothic sendiri juga terkesan gloomy, mendayu, touchy, tetapi tedak termasuk
mellow, dengan lirik yang penuh dengan depresi, gloomy, kesedihan, kekecewaan,
pengorbanan, kesetiaan, kebencian, atapun pemberontakan dan perlawanan.
Tentang
haggard, epica dan nightwish, banyak yang bilang kalo band-band ini bukan
gothic tetapi symphonic metal. Haaaaa….haaa…… jangan lupa, music gothic
merupakan bagian dari music underground yang berarti juga saudaranya metal.
Sementara itu gothic telah dikembangkan sejak berabad-abad yang lalu salah satu
nya melalui music seperti symphony dan orchestra. So, jangan salah yang kalian
sebut symphonic metal itu sebenarnya classical gothic salah satu sub culture
gothic.
Ciri Khas Penampilan Gothess (Fashion)
Tentang
fashion,gothess tidak terlalu ribet dan terlalu berlebihan, gothic itu simple,
penampilan rapi, serba hitam, termasuk rambut pakaian sama sepatu. Rambut
dirawat yang rapi, baju baiknya lengan panjang warna hitam, celana hitam,
sepatu,disesuaikan saja dengan selera dan acara.Namun untuk warna bisa juga tidak
selalu hitam, bisa juga berwarna Putih, biru, merah yang penting terkesan
adanya nuansa gothic.Berikut contoh gambar:
Soal
accesoris juga tidak wajib, gothic itu simple, rapi, baik hati dan murah
senyum. Pale skin, wajah putih pucat dengan kacamata hitam atau dengan eye unik
dan artistic.
Kepribadian
para gothess juga simple, mereka suka dengan semua karya seni, sesuatu yang
mengasah otak seperti game dan music. Mereka lebih bersikap tenang dan santai
di setiap suasana, look around,dan selalu tanggap dalam setiap masalah. Mereka
menyukai hal-hal yang romantic seperti bunga, parfum , puisi yang menyentuh,
malam yang tenang, ataupun ngedate yang romantic.
Ciri
utama para gothess adalah mempunyai kejujuran, ketulusan dan kesetiaan yang
mereka agung-agungkan. Mereka akan membeci dengan sebenci-bencinya terhadap
pengkhianat. Mereka tidak pernah takut apapun kecuali kehilangan keyakinan dan
ketenangan mereka.
mereka punya ritual khusus yaitu dengan mengalirkan
dan meminum darah. Meski berbeda dengan memotong bagian tubuh, motivasi
mengucurkan dan meminum darah bisa sama. Perbedaan utama dari kebiasaan ini
adalah bahwa fokus lebih bisa tercapai dengan meminum darah daripada memotong
tubuh. Dalam sejarah, darah dipandang sebagai simbol paling kuat dalam sastra
dan seni, menandakan kehidupan dan kematian sekaligus. Tindakan ini dilakukan
dengan beberapa alasan, diantaranya:
· Meniru vampire. Film
dan kebudayaan pop lain pada masa lampau mempunyai banyak cerita tentang
vampire. Mereka adalah tokoh yang muncul dalam cerita-cerita tentang iblis dan
setan yang takut dengan salib, bawang putih dan air suci (dalam ajaran
Kristiani). Daya tahan tubuh mereka juga lemah jika terkena sinar matahari.
Asumsi ini lama-kelamaan berubah, vampire jadi sesuatu yang indah, abadi, muda,
kuat, dan punya kebebasan. Vampire bukan lagi iblis pembunuh, tapi dijadikan
simbol “apa yang diinginkan” manusia: ketidaktakutan, keabadian, kekuatan.
Dengan keyakinan ini, mereka meniru kebiasaan vampire dengan mengadakan ritual
meminum dan mengucurkan darah, yang mereka pahami sebagai tindakan menuju
keabadian.
Rasa penasaran dan coba-coba. Beberapa dari mereka
melakukan tindakan itu hanya ingin merasakan seperti apa rasanya, bagaimana
darah itu memuncrat dan mengalir, dsb.
· Fanatisme. Meminum atau mengucurkan darah memang bukan tindakan
normal, sebab tidak semua orang melakukan itu. Namun, untuk mereka yang fanatik
dengan kelompoknya, mereka akan melakukan apapun, termasuk mengucurkan dan
meminum darah, selama itu untuk kepentingan kelompoknya.
Tapi itu hanyalah suatu perbuatan yang di lakukan para
gothess yang sangat-sangat fanatik, kita bisa menghapus semua image buruk semua
orang tentang gothic yang terkesan satanis karena terjadi banyak ritual-ritual
seperti itu dengan cara mengambil sisi-sisi positif dari kepribadian seorang
gothess seperti bersikap tenang dan santai di setiap
suasana, look around,dan selalu tanggap dalam setiap masalah,puisi yang menyentuh, malam yang tenang,
ataupun ngedate yang romantic. Hhohoo.. J