Kamis, 24 Mei 2012

GOTHIC


Istilah gothic berasal dari nama suku nenek moyang bangsa jerman, Visigoth, yang berkepercayaan Pagan(Kepercayaan menyembah berhala dan percaya keberadaan dewa-dewi). Orang-orang Visigoth di kenal sebagai bangsa yang pemberani, setia, dan pemangsa yang kejam ,tidak heran jika mereka menjadi musuh yang paling merepotkan tentara kerajaan romawi.Dari segi kekuatan memang mereka tidak sebanding dengan tentara romawi, namun jika mereka merasa terganggu atau kurang aman,mereka akan membunuhi siapapun musuhnya tanpa bersisa.
Budaya mereka terkesan gelap dan gloomy sesuai dengan kepercayaan mereka. Kebudayaan seperti ini di tampilkan dalam berbagai karya mereka seperti arsitektural lagu, syair, dongeng fashiondan sebagainya.

          Di kemudian hari, romawi menggunakan kebudayaan Visigoth dengan paganism  mereka untuk menembus barikade kepercayaan mereka untuk di kembalikan pada kristus. Cara ini terbekas pada model arsitektur gereja-gereja kuno juga ketika islam menguasai spanyol dan Andalusia, pembangunan masjid di wilayah ini tak luput dari sentuhan kebudayaan gothic. Sekedar tau , ternyata spanyol juga salah satu wilayah migrasi bangsa Visigoth.Lalu  sekarang bandingkan dengan arsitektur masjid nabawi yang jauh di seberang madinah. Kenapa sangat mirip dengan arsitektur bangunan di spanyol yang di dominasi gaya Visigoth yang pagan…??, Seperti yang satu ini nih arsitektunya
    

bagian luar
bagian dalam
                       


               Pada awal milenium pertama, kaum Gothic mengembara ke seluruh benua Eropa. Mereka berangkat dari Skandinavia sebelum tahun-tahun pertama Masehi dan sampai di sebelah selatan daerah yang sekarang disebut Rusia bagian selatan pada pertengahan abad ke-3. Pada abad ke-4 kaum Gothic seperti banyak suku Jermanik lainnya harus minggir untuk bangsa Hun dan mulai bermigrasi ke barat yang kemudian budaya gothic banyak di pengaruhi budaya yunani, slavia, dan iran. Saat penyebaran mereka inilah kebudayaan gothic mulai di kenal dan diadopsi di seluruh eropa. Essensi budaya gothic terus di kembangkan hingga sekarang,hingga orang-orang yang ada sekarang tidak menyadari bahwa yang mereka pelajari adalah kebudayaan gothic.
Setelah sekian lama kebudayaan itu berkembang dan terus di adaptasi,maka sekarang adalah era baru kebudayaan gothic. Kebudayaan gothic sekarang sama sekali bukanlah pagan atau satanis tetapi jika pagan atau satanis ada dalam diri gothess (pecinta gothic) pun tidak masalah, justru gothic sekarang merupakan budaya yang penuh kesetiaan dan pengabdian pada kepercayaan dan agama masing-masing. Lalu kenapa gothic sekarang di identikkan dengan kesesatan satanis(Kebudayan peyembahan setan) atau murder dan persembahan? Pertama,pendahulu gothic yaitu bangsa Visigoth merupakan bangsa penganut pagan sehingga penampilan para gothic identic dengan gelap dan gloomy, namun tetap  tidak mutlak sesat. .
Kedua, karena seorang artis bernama Marilyn manson yang sejak awal mengaku seorang gothic, selalu menonjolkan aksi murderisasi dan satanic, sampai pada ketika dia di angkat menjadi pendeta di gereja setan, oleh Anton Laveyprofesi dan kepopuleran manson yang seorang public figure menjadi banyak acuan salah dari banyak orang sehingga mengatakan bahwa gothic itu satanis, padahal itu salah besar. Satanis bukan hal yang wajib di gothic, sekali lagi gothic bukan satanis atau kekejaman karena yang seperti itu adalah black dan death metal. Gothic itu ideology yang penuh dengan kebaikan hati. Band-band yang termasuk gothic:
·         Nightwish
·         Within Temptation
·         Theater of Tragedy
·         Epica
·         Marilyn Manson
·         Nine Inch Nail
·         Epica
·         Moonspel
Bukan hanya itu saja yang termasik band beraliran gothic, masih banyak yang tidak bisa saya sebutkan.hehe
Music gothic sendiri juga terkesan gloomy, mendayu, touchy, tetapi tedak termasuk mellow, dengan lirik yang penuh dengan depresi, gloomy, kesedihan, kekecewaan, pengorbanan, kesetiaan, kebencian, atapun pemberontakan dan perlawanan.
Tentang haggard, epica dan nightwish, banyak yang bilang kalo band-band ini bukan gothic tetapi symphonic metal. Haaaaa….haaa…… jangan lupa, music gothic merupakan bagian dari music underground yang berarti juga saudaranya metal. Sementara itu gothic telah dikembangkan sejak berabad-abad yang lalu salah satu nya melalui music seperti symphony dan orchestra. So, jangan salah yang kalian sebut symphonic metal itu sebenarnya classical gothic salah satu sub culture gothic.




Ciri Khas Penampilan Gothess (Fashion)

Tentang fashion,gothess tidak terlalu ribet dan terlalu berlebihan, gothic itu simple, penampilan rapi, serba hitam, termasuk rambut pakaian sama sepatu. Rambut dirawat yang rapi, baju baiknya lengan panjang warna hitam, celana hitam, sepatu,disesuaikan saja dengan selera dan acara.Namun untuk warna bisa juga tidak selalu hitam, bisa juga berwarna Putih, biru, merah yang penting terkesan adanya nuansa gothic.Berikut contoh gambar:
 





           Soal accesoris juga tidak wajib, gothic itu simple, rapi, baik hati dan murah senyum. Pale skin, wajah putih pucat dengan kacamata hitam atau dengan eye unik dan artistic.
Kepribadian para gothess juga simple, mereka suka dengan semua karya seni, sesuatu yang mengasah otak seperti game dan music. Mereka lebih bersikap tenang dan santai di setiap suasana, look around,dan selalu tanggap dalam setiap masalah. Mereka menyukai hal-hal yang romantic seperti bunga, parfum , puisi yang menyentuh, malam yang tenang, ataupun ngedate yang romantic.


Ciri utama para gothess adalah mempunyai kejujuran, ketulusan dan kesetiaan yang mereka agung-agungkan. Mereka akan membeci dengan sebenci-bencinya terhadap pengkhianat. Mereka tidak pernah takut apapun kecuali kehilangan keyakinan dan ketenangan mereka.
           mereka punya ritual khusus yaitu dengan mengalirkan dan meminum darah. Meski berbeda dengan memotong bagian tubuh, motivasi mengucurkan dan meminum darah bisa sama. Perbedaan utama dari kebiasaan ini adalah bahwa fokus lebih bisa tercapai dengan meminum darah daripada memotong tubuh. Dalam sejarah, darah dipandang sebagai simbol paling kuat dalam sastra dan seni, menandakan kehidupan dan kematian sekaligus. Tindakan ini dilakukan dengan beberapa alasan, diantaranya:
·         Meniru vampire. Film dan kebudayaan pop lain pada masa lampau mempunyai banyak cerita tentang vampire. Mereka adalah tokoh yang muncul dalam cerita-cerita tentang iblis dan setan yang takut dengan salib, bawang putih dan air suci (dalam ajaran Kristiani). Daya tahan tubuh mereka juga lemah jika terkena sinar matahari. Asumsi ini lama-kelamaan berubah, vampire jadi sesuatu yang indah, abadi, muda, kuat, dan punya kebebasan. Vampire bukan lagi iblis pembunuh, tapi dijadikan simbol “apa yang diinginkan” manusia: ketidaktakutan, keabadian, kekuatan. Dengan keyakinan ini, mereka meniru kebiasaan vampire dengan mengadakan ritual meminum dan mengucurkan darah, yang mereka pahami sebagai tindakan menuju keabadian.
     Rasa penasaran dan coba-cobaBeberapa dari mereka melakukan tindakan itu hanya ingin merasakan seperti apa rasanya, bagaimana darah itu memuncrat dan mengalir, dsb.

·         Fanatisme. Meminum atau mengucurkan darah memang bukan tindakan normal, sebab tidak semua orang melakukan itu. Namun, untuk mereka yang fanatik dengan kelompoknya, mereka akan melakukan apapun, termasuk mengucurkan dan meminum darah, selama itu untuk kepentingan kelompoknya.
            Tapi itu hanyalah suatu perbuatan yang di lakukan para gothess yang sangat-sangat fanatik, kita bisa menghapus semua image buruk semua orang tentang gothic yang terkesan satanis karena terjadi banyak ritual-ritual seperti itu dengan cara mengambil sisi-sisi positif dari kepribadian seorang gothess seperti bersikap tenang dan santai di setiap suasana, look around,dan selalu tanggap dalam setiap masalah,puisi yang menyentuh, malam yang tenang, ataupun ngedate yang romantic. Hhohoo.. J


0 komentar:

Posting Komentar